Jumat, 20 Mei 2011

WordPress

Rekomendasi Plugin-Plugin


Cliffhanger at home
Untuk pengguna WordPress Stand alone aja nih :)
Banyak yg tanya tentang sebaiknya pakai plugin apa aja, terutama untuk blog baru. Yaah, banyak banget sih ya plugin yang tersedia, sampai ribuan, dan penggunaannya disesuaikan sama fungsi yang kita mau di blog kita. Sedikit tips milih plugin :
  1. Sudah ada di WP Plugin Repository, kenapa ? karena plugin-plugin yang masuk dihalaman ini sudah di tes dan terdaftar di WordPress.org, dalam arti berfungsi untuk versi WordPress saat ini, kecuali disitu nanti ada tulisan “Not supported anymore” atau situs asli authornya sudah ngga bisa diakses, kalau kayak gini mungkin Plugin masih bisa bekerja tapi untuk error-error nantinya susah nanyanya.
  2. Untuk plugin bagus tapi belum ada di WP Plugin Repository , seperti yang aku suka pakai yaitu Simple Ads Injection (yang buat masukin kode iklan atau banner ditengah-tengah postingan), biasanya karena plugin masih baru dan belum didaftarkan di WordPress.org, untuk yang ini pasti kan situs authornya masih aktif dan ngga ditinggalkan sama authornya, lihat di komentar-komentar terbaru, dijawab ngga sama si author.
  3. Kalau untuk satu fungsi ada banyak pilihan plugin, lihat score bintangnya, semakin banyak bintangnya berarti semakin banyak yang sudah ngetes dan work.
  4. Pilih salah satu aja untuk Plugin dengan fungsi sama atau hampir sama, contoh All in One SEO jangan aktif kalau Platinum SEO aktif juga.
  5. Hapus plugin-plugin yang tidak terpakai, jangan hanya di deaktifkan saja, bukan apa-apa, tapi menuh-menuhin space hostingan :D dan nanti penuh notifikasi upgrade versi baru .. bikin bingung aja
Plugin-plugin yang biasa aku pakai seperti ini, urutannya nunjukkin yang paling penting buat aku .. fungsi lebih lanjut insya Allah aku uraikan di postingan sendiri-sendiri yaa :)
1. Platinum SEO dan SEO Ultimate, Platinum SEO favoritku dari dulu, tapi sejak SEO Ultimate lebih lengkap sekarang lebih sering pakai ini. Fungsinya untuk pengaturan SEO di blog, seting meta keyword, deskripsi, etc., bagi yang masih bingung soal SEO on page atau ngga mau ribet edit theme sendiri, ikuti petunjuk dan opsi2 di menu SEO Ultimate.
2. Google XML Sitemap, jangan pernah ngga pakai :) kenapa ? karena untuk blog baru tanpa plugin sejenis ini jadi susaaaah banget keindex di Search Engine terutama Google, dengan plugin ini begitu kita isi-isi artikel, pluginnya sudah langsung bikin sitemap yang ngelaporin adanya konten baru diblog kita, jadi tau beres, tinggal seting dikit di menu options aja.
3. Simple Tags, banyak plugin sejenis tapi aku lebih suka pakai Simple Tags dan Cyber Tags (yg ini plugin pribadi sih, ga dipublish hehe).  Simple Tags bisa langsung mengambil keyword dari konten yang dipublish dan dibikin sebagai tags, selain itu Simple Tags punya kemampuan untuk autolink Tags yang tercipta di postingan dan memberi internal linking ke halaman lain di blog kita, formatnya “namablog.com/tags/nama-tagnya”. Dengan ini kita sudah dapet internal linking automatis kan.


4. Search Terms Tagging 2 (STT2), author dari Simple Ads Injection plugin juga, plugin ini powerful banget dan harus ada, fungsinya untuk mendeteksi keyword-keyword apa atau search terms apa yang dateng ke blog kita dari Search Engine. Tersedia widget juga untuk ditaruh disidebar yang nanti keywordnya ngelink ke postingan tujuan, dengan ini nambah lagi optimasi internal linking kita.

Kalau pada nanya kenapa kita perlu ngerti Search Terms yang dateng ke blog kita, yaa sesuai 13 Autoblogging Blunders report (bisa didownload gratis nih, mayan buat baca-baca), kita ngga bisa saklek sama pendapat kita kalo blog kita tuh harus sesuai sama Niche yang kita pengen, biarkan Search Engine mendeteksi di keyword apa blog kita dapet rangking, jadi kita bisa optimasi keyword tersebut untuk memanfaatkan trafik yang datang selain mengoptimasi keyword utama yang kita inginkan, imo :)
5. Internal Link Building atau SEO Smart Links , fungsinya sama sih dua-duanya, yaitu buat ngelink keyword di dalam postingan ke postingan yg lain atau URL lain, automatisnya disini kita bisa seting keywordnya di menu option plugin tsb. dan nantinya semua keyword itu yg ada di blog otomatis nge-link ke URL tujuan yg kita seting, jd ga harus satu2 bikin linknya. Internal Link Builder ga ada di Plugin Repository dan harus daftarkan email dulu di situs author untuk dapat link donlotnya.
6. Sitemap Generator, ada banyak pilihan juga, yg sering aku pakai punyanya Dagon Design. Ini sitemap buat pengunjung manusia, bukan kayak Google XML sitemap tadi yang khusus buat Spyder dan Bots. Dengan DD sitemap generator, kita cuma kasih kode <!– ddsitemapgen –> aja di New Page (panel HTML-nya) langsung dia bikinkan sitemap urutan postingan di blog, oya seting dulu di menu DDsitemapgen-nya ya.
7. W3 Total Cache atau WP Super Cache, fungsinya supaya situs ngga berat nge-loadnya, terutama yg sudah banyak postingan dan gambar, biar pengunjung ngga males nunggu halaman terbuka dan juga meringankan resources di server hostingan kita, untuk blog baru sih belum penting banget.
8. Cb Ping Optimizer, ada beberapa pilihan juga, Cb Ping Optimizer mirip punyanya Maxblogpress.com cuma ngga perlu daftar-daftar lagi, fungsinya untuk membatasi fitur ping yang ada di WordPress, karena biasanya kalau kita edit-edit postingan itu dan di save update, akan nge-ping lagi ke situs-situs ping service, padahal kalau kebanyakan ngeping blog kita bakal dicap spammer dan bisa kena warning sama situs-situs tersebut.
9. Indexing Tool, Fungsinya untuk mengetahui dan mempercepat indexing postingan kita, plugin ini bisa mendeteksi apakah link-link postingan kita sudah terindex apa belum melalui RSS Feednya. Sayangnya plugin ini ngga gratis :D tapi jangan kuatir deh ah .. plugin ini sudah aku sertakan di daftar bagi-bagi plugin gratis, isi formnya untuk dapetin link downloadnya, bagi yang sudah pernah submit silahkan cek lagi link download yang aku beri kemarin, dibagian bawahnya sudah ada 2 plugin baru, ok ;)
10. Rank Tracker Tool, plugin ini bisa mendeteksi di keyword apa posisi blog kita dapet ranking di Google (ada pilihan Google.com, .ca, .co.uk, .com.au, .ie) beserta link tujuannya. Jadi kita bisa manfaatkan keyword ini atau postingan yang mengandung keyword ini untuk lebih monetizing atau .. apa lah, thinking outside the box yah ;) . Pluginnya ngga gratis juga hehe .. tapiiii udah ada di list seperti yg aku bilang di point 9.

PS : oya, ada Plugin yg suka aku pakai juga kalau mau instal banyak plugin sekaligus, selain upload dari FTP, yaitu Plugin Central. Dengan Plugin ini kita bisa masukan url download plugin yg ada di WordPress Repository (contoh :http://wordpress.org/extend/plugins/chennai-central/) banyak sekaligus dan Plugin Central langsung download dan aktifkan jadi kita ngga usah search satu2 asal tau aja link ke halaman plugin tsb. bisa juga cuma kasih nama Pluginnya aja, tapi biasanya sih ngga ketemu sama plugin central ini, ok ;)
—> to be continue deh .. daripada jadi draft .. hehe .. lanjut nanti lagi ya, biar ga bingung juga kan :D

3D

Modeling Kaki Cartoon

Hi! Saatnya kita mulai masuk untuk membuat modeling character 3d (3d character modeling) dengan focus pembuatan kaki character cartoon. Kita akan membuatnya dengan teknik Poygonal Modeling, yaitu membuat objek baru (berupa character modeling) dengan menggunakan objek dasar sebuah bentuk Box (kotak). Prinsipnya sama seperti Anda memahat sebuah patung dari sebuah batu atau dari bahan sebuah sabun cuci misalnya. Atau seperti Anda membentuk sebuah objek baru dari bahan seonggok tanah liat. Bedanya, disini Anda membuatnya secara digital.

Disini dibutuhkan proses latihan yang rajin, terus-menerus, trial & error serta tekun dan gigih untuk mendapatkan “sense” dan “feeling” terhadap komposisi bentuk yang diinginkan nantinya.

Langkah - Langkahnya:

1. Buat sebuah Box dengan komposisi seperti tampak pada gambar dibawah.
3dsmax


2. Pada Tab Modify, atur dengan parameter seperti pada gambar
3dsmax


3. Masih di Tab Modify, klik objek Box tersebut lalu klik kanan mouse dan pilih Editable Poly.
3dsmax


4. Buka tanda plus berwarna hitam disebelah tulisan Editable Poly
3dsmax


5. Pilih Viewport Front (atau Viewport pada tampilan layer computer Anda yang menampilkan posisi objek seperti tampak pada gambar dibawah). Ubah posisi Vertex-vertex-nya seperti tampak pada gambar dibawah
3dsmax


6. Atur juga posisi Vertex-vertex yang lainnya seperti gambar dibawah
3dsmax


6. Pilih opsi Edge
3dsmax


8. Pilih garis dibagian tengah, seperti yang terlihat pada gambar dibawah
3dsmax


9. Klik kotak kecil disamping tombol Connect
3dsmax


10. Biarkan pilihan pada angka 1 dan klik tombol OK
3dsmax


11. Akan terbuat sebuah garis baru (seperti tampak pada gambar).
3dsmax


12. Pilih opsi Vertex dan atur objek Box menjadi seperti tampak pada gambar.
3dsmax


13. Pilih garis-garis seperti terlihat pada gambar
3dsmax


14. Lakukan pilihan Connect kembali dengan nilai 1
3dsmax


15. Atur Vertex-vertex Box menjadi seperti berikut
3dsmax


16. Buat kembali garis baru dengan posisi seperti terlihat pada gambar
3dsmax


17. Pilih Vertex-vertex seperti tampak pada gambar
3dsmax


18. Klik tombol Select and Scale
3dsmax


19. Geser sehingga bentuknya menjadi seperti berikut
3dsmax


20. Atur bentuk objek seperti tampak pada gambar
3dsmax


21. Atur kembali posisi Vertex-vertex-nya sehingga menjadi seperti terlihat pada gambar
3dsmax


22. Diperlukan kreasi dan “feeling” Anda terhadap komposisi bentuk untuk mendapat hasil akhir sebuah bentuk yang tampak ideal. Anda perlu melakukan proses latihan yang terus menerus untuk mendapatkan “feeling” dan “sense” yang tepat bagi Anda
3dsmax


23. Setelah diutak-atik Vertex-vertex-nya kesana kemari (tweaking), dihasilkan sebuah bentuk seperti pada gambar berikut
3dsmax


24. Tambahkan Modifier Meshsmooth pada objek Box tersebut. Berikan nilai 2
3dsmax


25. Tambahkan dengan pencahayaan Skylight & Light Tracer, lalu lakukan Render. Selamat Berlatih
3dsmax
Kaki siapa ya ini? hehehe...
(Anda juga dapat mengatur ketinggian dari masing-masing huruf dengan ketinggian yang berbeda-beda untuk mendapatkan komposisi yang lebih menarik. Untuk membuat efek bintang-bintang malam hari seperti tampak pada gambar diatas, akan dijelaskan pada tutorial selanjutnya).

Selamat mencoba dan Teruslah Belajar 3DS MAX
Semoga Bermanfaat...

3D

Menggabungkan Object 3D dengan Foto

Tahukah Anda bagaimana caranya Anda dapat menggabungkan objek 3 Dimensi yang Anda buat dengan sebuah foto? Penasaran bagaimana caranya?

Temukan jawabannya disini:

1. Anda ambil sebuah foto dan jadikan sebagai background pada Viewport Perspective.
(Bila Anda belum tahu caranya, di tutorial yang lalu telah pernah diulas). Misalkan foto sebuah microwave seperti pada gambar.

Gambar 01. Background pada Viewport


2. Skenarionya, Anda ingin menempatkan sebuah objek Teapot 3 Dimensi kedalam microwave tersebut. Anda buat objek Teapot dan Box.

Gambar 02. Objek Teapot dan Box


3. Dengan adanya Box, maka ketika Anda memberikan Lighting, objek Teapot akan memunculkan bayangan. Ini akan memberikan kesan yang realistic. Anda atur posisinya seperti terlihat pada gambar.

Gambar 03. Penyesuaian Posisi Objek dengan Gambar Background


4. Anda beri sebuah Lighting dengan Omni dan atur posisinya seideal mungkin, kira-kira seperti pada gambar. Jangan lupa aktifkan opsi Shadow.

Gambar 04. Pemberian Lighting


5. Buka Material Editor dan klik tombol Standard

6. Klik ganda pilihan Matte/Shadow

Gambar 05. Pemilihan Fitur Matte/Shadow


7. Anda pilih objek Box di Viewport dan tekan tombol Assign Material to Selection. Lakukan proses Render. Mantap bukan? ;) Selamat mencoba

Gambar 06. Hasil Akhir Rendering

Selamat mencoba.
Semoga bermanfaat. Salam.

3D

Membuat Sendiri Background Awan Dengan 3DS MAX

Ada trik yang sangat mudah dan praktis untuk Anda dapat membuat sebuah background langit dengan awan yang cerah tanpa menggunakan foto awan. Anda akan menggunakan fitur bernama Smoke Map. Dengan demikian Anda tidak perlu bergantung kepada gambar-gambar foto. Dengan Smoke Map, Anda dapat menciptakan kreasi awan sendiri dengan bebas.

Ini dia panduannya:

Langkah 1
Buka sebuah file 3DS Max yang Anda punya


Gambar 01. Objek-Objek 3 Dimensi


Langkah 2
Buka juga jendela Environment and Effect. Anda ubah None pada Environment Map menjadi pilihan Smoke.


Gambar 02. Pemilihan Smoke Environment

Langkah 3
Anda buka jendela Material Editor. Drag Smoke ke salah satu slot material di jendela Material Editor (caranya sama seperti yang telah dijelaskan pada trik sebelumnya). Atur dengan setingan parameter seperti pada gambar dibawah. Ubah Color #1 dengan warna biru muda dan Color #2 dengan warna putih.


Gambar 03. Setingan Parameter Smoke

Langkah 4
Lakukan kalkulasi Render (klik menu Rendering>Render>Render). Anda sudah memiliki awan yang cerah. Have a Nice Day! ;)


Gambar 04. Hasil Pemberian Smoke Environment

Selamat mencoba.
Semoga bermanfaat. Salam.

3D

Membuat Pigura dan Bingkai Lukisan atau Foto

Anda dapat membuat modeling objek berupa pigura lukisan atau bingkai/frame foto dalam 3ds max dengan menggunakan fitur Bevel Profile. Bevel Profile berfungsi membuat objek 2 Dimensi menjadi objek 3 Dimensi dengan menggunakan bentuk objek 2 Dimensi lainnya sebagai pembentuknya.

Berikut panduannya.

Langkah 1
Anda buat sebuah objek Rectangle dengan ukuran berikut

Gambar 01. Parameter Objek Rectangle

Langkah 2
Lalu buat juga sebuah objek Star dengan ukuran berikut

Gambar 02. Parameter Objek Star
Langkah 3
Hasilnya menjadi seperti gambar dibawah ini

Gambar 03. Bentuk Objek Rectangle dan Star
Langkah 4
Selanjutnya Anda pilih objek Rectangle, lalu buka kotak Modifier List (berada di tab Modify) dan berikan Modifier Bevel Profile

Gambar 04. Bentuk Objek Rectangle dan Star

Langkah 5
Kemudian klik tombol Pick Profile dan klik objek Star di Viewport

Gambar 05. Tombol Pick Profile
Langkah 6
Bentuknya akan menjadi seperti gambar dibawah.

Gambar 06. Bentuk Objek Setelah Pemberian Bevel Profile
Langkah 7
Anda Render objek tersebut.

Selamat mencoba.
Semoga bermanfaat. Salam.