Tampilkan postingan dengan label photoshop. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label photoshop. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2011

REALISTIC FIRE

Dalam manipulasi foto, mungkin anda pernah ingin membuat api, tapi bingung, gimana ya biar realistis? Nah, itu isi tutorial ini.. Langsung aja y :

Langkah - langkahnya:

1. Buat file baru.. Ukuran terserah contoh :

Jika sudah muncul bidang/canvasnya, tekan D, lalu Alt+Del.. Maka canvas akan terisi warna hitam..

2. Pilih Brush Tool (atau tekan B) , lalu pilih brush berbentuk bulat, ukuran terserah saja, gunakan warna putih… Buat layer baru, lalu brush sesuai selera.. Untuk contoh saya hanya membuat seperti ini :


3. Jika sudah, mari kita “bermain2” dengan smudge tool..!! ^^ () Jika icon ini tidak terlihat, anda bisa klik kanan di icon berbentuk tetesan air atau segitiga agar muncul pilihannya.. =p :


4. Mulailah bermain! Pilih ukuran yang lebih kecil dari brush tadi, strength 70%, dan mulailah membuat bentuk api…. (strength sebetulnya bebas., semakin kuat, semakin jauh daya tariknya).

*Tips : tentu sangat merepotkan mengubah ukuran brush dari tempat mengatur ukuran, karena itu akan lebih mudah jika ada tombol shortcut. Memang ada, anda cukup menekan ‘[‘ untuk mengecilkan dan ‘]’ untuk membesarkan.. Ubah2 juga ukuran strength untuk menghasilkan bentuk yang realistis. Contoh hasil :


5. Masalah terakhir tinggal warnanya kan?! Tekan Ctrl+U (atau Image>Adjustments>Hue/Saturation). Contoh setting seperti ini (colorize harus dicentang ya) :

maka hasilnya :


Ubah mode layer yang ini dari normal jadi linear dodge..

6. Tekan Ctrl+J untuk menggandakan layer ini. Susunan layer akan jadi seperti ini :

Ubah mode layer hasil gandaan tadi jadi Color dodge

7. Jika anda ingin lebih bagus, atur lagi saja brightness dan contrastnya (Image>Adjustments>Brightness/Contrast) pada kedua layer api. Contoh hasil akhir :

* Teknik ini sangat berguna dalam manipulasi foto, bukan hanya untuk membuat api, tapi juga yang lain. Warnanya pun tidak harus seperti ini, tergantung langkah Colorize tadi. Contoh manip foto yang menggunakan teknik ini :

(gambar ini dari gallery saya di deviantart, sebetulnya agak kurang rapi, hehe)
Sekian dulu tutorial kali ini, semoga bermanfaat..Lucky
Visit my gallery :
http://puchee-pixeladdict.deviantart.com/

Selamat Belajar Photoshop , Semoga Tutorial ini bermanfaat

Tutorial Membuat Teks Efek Fill Gambar

Tutorial Kali ini kita akan mencoba membuat sebuah teks yang dalamnya berisikan sebuah gambar, sehingga teks terlihat lebih cantik.. he3...

Berikut Langkah-langkahnya:
1. Buat file baru
File > New dengan ukuran (Width : 450 px dan Height : 170 px)

2. Buat sebuah teks menggunakan HORIZONTAL TYPE TOOL
Hasilnya...

Kemudian Atur jenis Fonts dan Ukuran sesuai dengan selera kamu…
Disini saya menggunakan kata Digital dengan font Script MT Bold
Hasilnya:

Atau anda ingin font yang lain? bisa manfaatkan dengan search engine --> Keyword Download Fonts

3. Buka file gambar yang ingin kamu jadikan FILL dalam teks
Caranya: File > Open (pilih gambar) > Open Kamu bisa gunakan gambar apapun yang kamu suka.
disini anda bisa Gunakan Gambar ini sebagai latihan

Klik kanan gambar lalu pilih Save image As...
Atau gunakan gambar lain dengan mencari di searh engine... Keyword Wallpapers

4. Masukkan gambar yang sudah kamu pilih ke dalam layar kerja yang kita kerjakan tadi.
Caranya: Gunakan MOVE TOOL Klik Kanan + Tahan pada gambar > Tarik > Masukan Kedalam Layar kerja yang kita kerjakan. Atur ukuran gambar sehingga sesuai dengan ukuran Teks yang telah kamu buat

Pindahkan Gambar ke Kanvas Tulisan

5. Perhatikan pada WINDOW LAYER

Pastikan posisi Layer Gambar berada diatas Layer Teks
Tekan dan Tahan tombol ALT
kemudian arahkan kursor diperbatasan antara Layer gambar dan Layer Teks (ditandai garis biru pada gambar diatas), jika posisi kursor telah pas otomatis kursor akan berubah (lihat simbol yg lingkari merah pada gambar diatas), kemudian kamu tinggal KLIK. Jika langkah kamu benar maka gambar akan masuk kedalam Teks
Hasilnya:

Effects Photoshop Dalam Desain Grafis

Desain Grafis - photoshop adalah hal pertama yg harus dimiliki oleh seorang yg ingin menekuni dunia desain grafis. Hal ini mengingat, photoshop adalah salah satu software yg banyak digunakan dalam kegiatan yg terkait aktivitas desain grafis.

Dasar dasar photoshop ini digunakan khususnya dalam proses desain yg terkait dgn obyek foto atau gambar. Bukan hanya untuk memperbaiki kualitas sebuah obyek foto, namun juga untuk mengubah tampilan obyek tersebut. Seperti menjadikan wajah orang yg tidak berkumis, dgn menggunakan photoshop diubah menjadi berkumis.

Dgn memahami dasar dasar photoshop ini, seseorang bisa mengkreasikan sebuah obyek gambar untuk didesain sesuai imajinasi mereka. Hal ini bertujuan agar sebuah obyek bisa ditampilkan secara lebih menarik, atau juga untuk menguatkan fokus obyek tertentu.

Selain itu, dgn mengetahui dasar dasar photoshop seseorang bisa memanfaatkannya untuk membantu orang lain. Seperti ketika ada seseorang yg foto pribadinya tersebar luas, kita bisa menganalisa dgn tepat. Apakah foto yg beredar tersebut adalah benar-benar foto utuh atau hasil rekayasa dgn menggunakan permainan grafis melalui photoshop.






Kemampuan Minimal Dasar Dasar Photoshop

Bagi para pemula dan pengguna photoshop ada beberapa dasar dasar photoshop yg harus diketahui dalam proses belajar program ini. Karena hal ini merupakan salah satu langkah dasar sebelum seseorang mahir menggunakan program photoshop untuk aktivitas yg lebih rumit. Beberapa kemampuan dasar yg harus dipahami adalah :

·        Teknik croping. Yaitu sebuah teknik memotong obyek gambar sesuai dgn yg dibutuhkan. Seperti misalnya hendak menghilangkan bagian tepi kanan obyek foto, digunakanlah teknik croping untuk menghilangkan bagian yg tidak diinginkan.

·        Teknik Image. Teknik ini adalah mengatur penampilan yg terkait masalah pewarnaan, ukuran kontras obyek serta kecerahannya. Dgn teknik image pula kita bisa mengatur posisi kemiringan sebuah obyek.

·        Teknik Painting. Yaitu sebuah teknik untuk mengubah warna dari obyek menjadi sesuai keinginan kita. Biasanya, hal ini dilakukan pada teknik rekayasa foto untuk pas foto atau foto yg membutuhkan latar belakang dgn warna tertentu.

·        Teknik Removing. Adalah teknik memadukan dua buah obyek dari file yg berbeda dipadukan ke dalam satu file. Contohnya untuk obyek foto dgn latar belakang menara Eiffel. Kita cukup memadukan obyek menara Eiffel dgn obyek lain yg ingin dijadikan latar depan foto tersebut.


Sumber: anneahira.com

Efek Foto Gabungan RGB

Langkah Membuat Efek Foto Berdasarkan Gabungan Warna RGB

Langkah 1
Bukalah sebuah foto dengan Photoshop. Pada tutorial ini saya menggunakan foto saya sendiri.
gambar:efek_foto_rgb_01a.jpg
Langkah 2
Kemudian pisahkanlah foto tersebut menjadi tiga layer yang merupakan komponen warna RBG, dan masing-masing layer tersebut sudah digabungkan kembali menjadi sebuah foto yang berwarna.
gambar:efek_foto_rgb_02.jpg
Untuk mempermudah proses pembuatan langkah kedua ini, Anda bisa menggunakan action buatan saya. Action-nya bisa didownload di googlepages.
Catatan: Jika ingin mengetahui proses pemisahan komponen warnanya, silahkan dibaca pada tutorial Memisahkan komponen warna RGB. Sedangkan cara menggabungnya bisa dibaca di tutorial Menyatukan RGB menjadi foto warna. Jika belum tahu cara penggunaan Action, dulu pernah juga saya postingkan, bisa dibaca pada tutorial pembuatan Action.
Langkah 3
Pilih layer yang paling atas, klik pada Layer Mask-nya.
gambar:efek_foto_rgb_04.jpg
Catatan: Jika Anda baru pertama kali menggunakan layer mask, silahkan baca-baca dulu tutorial sebelumnya yang menggunakan layer mask. Misalnya:
Langkah 4
Ganti warna Foreground dan Background menjadi hitam dan putih (boleh terbalik). Pada tutorial Photoshop ini saya menggunakan warna abu-abu dan putih. Caranya yang paling mudah adalah dengan menekan D (untuk mereset warnanya) kemudian klik warna hitam dan pilih warna abu-abu untuk mengganti warna hitam tadi dengan warna abu-abu.
gambar:efek_foto_rgb_03.jpg
Langkah 5
Pilih menu Filter > Render > Clouds. Hasilnya akan menjadi seperti gambar tutorial dibawah ini.
gambar:efek_foto_rgb_05.jpg
Hal ini karena salah satu komponen warnanya menjadi berkurang intensitasnya.
Langkah 6
Ulangi langkah 3 dan 5, namun kali ini diterapkan pada layer kedua.
gambar:efek_foto_rgb_06.jpg
Langkah 7
Ulangi langkah 3 dan 5, namun kali ini diterapkan pada layer ketiga.
gambar:efek_foto_rgb_07.jpg
Langkah 8
Pilih layer mask. Kemudian pilih Brush tool, kemudian dengan mata sapuan yang tepiannya halus, sapukan warna putih pada bagian wajah. Sapuan brush ini hendaknya dilakukan dengan opacity kecil (misalnya 50%). Silahkan diperhatikan pada lingkaran-lingkaran merah pada gambar tutorial Photoshop dibawah ini.
gambar:efek_foto_rgb_08.jpg
Harap diingat: Sapukanlah brush tersebut hanya pada layer mask. Jangan pada layer gambarnya langsung.
Langkah 9
Lakukanlah langkah 8 tadi pada dua layer yang lain, seperti gambar dibawah ini.
gambar:efek_foto_rgb_09.jpg
Dengan cara yang serupa, kita bisa juga membuat sebuah kombinasi warna seperti gambar berikut ini:
gambar:efek_foto_rgb_10.jpg
Silahkan dicoba membuat seperti pada gambar tersebut diatas. Jika penasaran dan ingin tahu cara pembuatannya, silahkan klik gambar ini (hanya jika benar-benar tidak tahu caranya).

Sabtu, 18 Juni 2011

Percepat Design dengan Action

Masih dasar-dasar nih,.kali ini saya ingin kasih tips gimana caranya agar mendesign jadi lebih cepat di photoshop,salah satunya dengan menggunakan menu action,.langsung yuk !!

Membuat effect Halftone


Ukuran-ukuran Foto

Di postingan kali ini saya pengen back to basic (inggris'y Gan) hehee...sepele tapi penting buat yang suka photografi, ataupun yang buka usaha cetak,. terutama cetak photo,.pasti dah tahukan apa yang mau saya share ke para blogger semua,.yupz betul,.ukuran Foto,.nih saya punya ukuran-ukrannya Gan,.ini yang paling mendekati karena di setiap perusahaan cetak berbeda-beda dalam menentukan ukurannya,.langsung az,.nih ukuran-ukuran Fotonya

Ukuran Pas Foto
ukuran 2 x 3  = 2,0 cm  x  2,7 cm
ukuran 3 x 4  = 2,8 cm  x  3,8 cm
ukuran 4 x 6  = 3,8 cm  x  5,5 cm

Ukuran R
ukuran 1R  =  5,0 cm  x  7,5 cm (ukuran dompet)
ukuran 2R  =  6,0 cm  x  8,5 cm
ukuran 3R  =  8,9 cm  x 12,7cm
ukuran 4R  = 10,2 cm x 15,2cm
ukuran 5R  = 12,7 cm x 17,8cm
ukuran 6R  = 15,2 cm x 20,3cm
ukuran 8R  = 20,3 cm x 25,4cm
    (orang sering menyebut ukuran 10R padahal yang benar adalah 8R)
ukuran 8R+ = 20,3 cm x 30,5 cm
ukuran 10R = 25,4 cm x 30,5 cm
ukuran 10R + = 25,4 cm x 38,1 cm

Semoga bisa Membantu....thx ^_^

Kamis, 05 Mei 2011

Corp

Bisa dikatakan bahwa teknik cropping adalah tekhnik dasar yang sangat dibutuhkan bagi para graphic designer. Benar begitu? Mudah – mudahan
Apalagi melakukan cropping membutuhkan ketelitian untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tapi anda tidak usah takut, kita akan coba membahasnya disini, dan harus diingat “Best Teacher Is Practice“.

Sebenarnya apa itu Cropping?. Kalau menurut para pakar dan pembuat aplikasi Adobe Photoshop:
“Cropping is the process of removing portions of an image to create focus or strengthen the composition.“

Artinya, tolong diartiin sendiri ya hehehe, tapi intinya memotong sebagian objek pada bidang gambar untuk memisahkan objek yang satu dengan lainnya. Mungkin kira – kira begitu.

Oke, cukup dengan teori, bagaimana dengan prakteknya?
Jalankan aplikasi Adobe Photoshop
Buka file gambar yang ingin anda crop.
Klik pada Zoom tool atau tekan tombol Z pada keyboard untuk melakukan pembesaran pada gambar. Persentase zoom tergantung besar dan ukuran file gambar anda. Ini dilakukan untuk mempermudah kita dalam melakukan cropping sehingga lebih presisi.
Aktifkan Pen tool

atau bisa juga dengan menekan tombol P pada keyboard. Pilihlah opsi Paths

pada Option bar.
Mulailah dengan membuat path dasar dengan membuat point awal pada gambar dan point – point seterusnya dengan mengklik pada lokasi yang anda inginkan. Sedikit saran, alangkah lebih baik jika point – point tersebut berada pada titik pertemuan bagian – bagian objek. Misalnya pertemuan belahan rambut atau leher dengan bahu. Perhatikan gambar berikut ini.




Setelah anda selesai membuat path dasar, kita akan mengedit path tersebut agar dapat mengikuti lekuk – lekuk pada objek. Caranya, klik tahan pada Pen tool untuk menampilkan sub menu, dan pilihlah Convert Point Tool .


Dengan Convert Point Tool aktif, klik satu kali pada path dan mulailah dengan mengedit setiap point pada path dengan cara mengklik dan tahan pada point – point yang telah kita buat sebelumnya kemudian drag ke arah atas, bawah, kiri atau kanan seperti pada gambar.




Perhatikan bahwa secara otomatis dua buah Curve Point akan terbentuk. Aturlah curve point tersebut dengan cara men-drag-nya mengikuti pola gambar. Perhatikan gambar berikut, untuk melihat perbedaan sebelum mengedit curve point dan sesudah.



Ulangi langkah no.7 tersebut pada point – point lainnya sehingga hasilnya terlihat seperti ini.




Sedikit tips untuk anda, jika anda merasa kurang sreg dengan posisi point yang telah anda buat sebelumnya, anda bisa merubah posisinya dengan menahan tombol Ctrl pada keyboard sambil menggeser point yang ingin anda rubah posisinya.
Kemudian klik kanan persis pada path untuk menampilkan pop-up menu, dan pilihlah Make Selection,




untuk membuat seleksi sesuai dengan path yang telah kita edit.
Klik menu [Select] – [Inverse] atau tekan tombol Shift+Ctrl+I pada keyboard beberapa kali dengan tetap memastikan bahwa seleksi akhir adalah objek dan yang ingin kita crop adalah objek. Proses ini dilakukan agar bidang seleksi lebih halus.
Klik menu [Edit] – [Copy] atau tekan tombol Ctrl+C pada keyboard dan buat file baru dengan mengklik pada menu [File] – [New] atau tekan tombol Ctrl+N pada keyboard. Atau bisa juga anda mem-Paste-nya pada bidang gambar lain.
Selesai sudah, perhatikan hasilnya pada gambar berikut ini.\

Rabu, 04 Mei 2011

Select - Deselect - Inverse

Mungkin bagi para desainer grafis yang sudah professional dalam mengolah Photoshop, Coreldraw, dan lainnya telah mengetahui apa yang dimaksud seleksi pada object, Deselect, maupun Inverse. Tapi bagi mereka yang pemula baru belajar dan ingin belajar maka tidak ada ruginya membaca penjelasan ini...

Ok, sekarang kita mulai dengan apa yang dimaksud

1. Select atau Seleksi pada Objek
Select / Seleksi pada object adalah pengambilan area atau bagian tertentu pada objek sesuain dengan yang kita inginkan,
Beberapa alat untuk menyeleksi yaitu:

Standart Selection (Untuk Objek yang bersudut)


- Rectangular Marque Tool = Untuk menyeleksi dengan bentuk Kotak
- Eliptical Marquee Tool = Untuk Menyeleksi dengan bentuk bidang Lingkaran
- Single Row Marquee Tool = Menyeleksi 1 Baris Secara Horisontal
- Single Column Marquee Tool = Menyeleksi 1 Kolom Secara Vertical

Dinamic Selection (Untuk Objek yang tidak bersudut)


- Lasso Tool = Menyeleksi bidang layaknya lasso dengan lebih leluasa dan sesuai dengan keinginan
- Polygonal Lasso Tool = Menyeleksi dengan menghubungkan garis - garis poligonal
- Magnetic Lasso Tool = Seperti halnya Polygonal Lasso Tool namun dengan sedikit kecanggihan dan kemudahan dalam seleksi object yang tidak bersudut

Misalkan:
Pada gambar ikan di atas kita ingin menyeleksi bagian 2 ikan lumba - lumba di tengah maka yang paling tepat sebaiknya menggunakan Dinamic Selection


Garis hitam putih tersebut menunjukkan area seleksi jadi kita akan bekerja dengan area seleksi jika mengaktifkan mode seleksi

2. Desellect ( CTRL + D )
Perintah Desellect adalah perintah untuk membatalkan atau mengakhiri proses seleksi - Dengan kata lain keluar dari mode seleksi sehingga memungkinkan kita untuk menyeleksi object yang lain
Hal ini berkaitan dengan Tutorial: Foto Hitam Putih Menjadi Berwarna

3. Inverse ( CTRL + Shift + i )
Inverse adalah membalik area seleksi misalkan kita menjalankan inverse setelah menyeleksi gambar ikan lumba - lumba yang ada di tengah maka wilayah seleksi area kita akan berubah tidak lagi pada ikan lumba lumba tersebut melainkan pada gambar di luar area seleksi lumba lumba


Gambar:


Area Seleksi Berubah menjadi di luar area seleksi lumba lumba

Membuat Gambar Fantasi

Langkah 1
Ambil gambar ksatria barbar lalu potong bagian atas badannya. Cara terbaik adalah dengan tool pen. Anda bisa melihat detail path yang saya buat di bawah






Langkah 2
Simpan badan ksatria lalu dimpan ke atas gambar kuda.


Langkah 3
Lukis bayangan di tempat pertemuan badan ksatria dan kuda.


Langkah 4
Buat layer baru, simpan di atas badan ksatria. Tekan Ctrl + Alt + G untuk mengubahnya menjadi Cliping Mask. Semua yang kita lukis di sini hanya akan muncul di atas badan ksatria. Lukis warna hitam untuk menggelapkan sebagian badan satria. perlu diketahui bahwa dalam gambar ini, sumber cahaya ada di kanan atas atau di belakang ksatria.


Langkah 5
Tahan Alt lalu klik ikon New Layer. Aktifkan Use Previous, Mode: Overlay, dan aktifkan Fill with.


Langkah 6
Lukis dengan tool dodge untuk menerangkan gambar dan burn untuk sebaliknya. Di bawah adalah gmbar layer dodge burn yang diperoleh dalam tampilan blend mode normal.


Langkah 7
Sekarang seleksi bagian bawah kuda. Seperti tadi, kita menggunakan tool pen karena hasilnya yang sangat akurat. Tool ini tidak bisa memilih helaian halus di ekor kuda dengan akurat, jadi lewati saja bagian ini. Ubah path menjadi seleksi dengan menekan Ctrl + Enter lalu gandakan ke layer baru dengan menekan Ctrl + J.


Langkah 8
Sekarang kita akan memilih rambut halus di ekor kuda. Caranya dengan membuat terlebih dahulu seleksi kasar dengan tool lasso poligon. Masuk ke mode quick mask dengan menekan Q. Dengan tool brush lukis bagian yang tidak akan kita pilih. Gunakan brush berukuran kecil 2-3 px dengan hardness: 0-10%. Ini akan membantu proses seleksi agar lebih akurat.


Langkah 9
Setelah merasa cukup puas tkan lagi Q untuk kembali ke mode normal. Tekan Ctrl + J untuk manggandakan ke layer baru.


Langkah 10
Terakhir lukis rambut-rambut tipis secara manual menggunakan brush 1-2 px. Pastikan warna yang digunakan sama dengan warna bulu ekor yang lain. Anda bisa melihat proses seleksi yang saya peroleh di sini. Cukup bagus bukan? Saya hanya menggunakan pross seleksi secara manual tanpa bantuan plugin.


Langkah 11
Aktifkan layer badan kuda. Ulangi langkah 6 dan 7 untuk menggelapkan dan menerangkan sebagian badan kuda agar terlihat lebih kontras. Di bagian bawah terlihat layer dodge dan burn yang dihasilkan dalam blend mode Normal.


Langkah 12
Sampai titik ini, seperti inilah centaurus yang saya peroleh.